Kamis, 30 Oktober 2014

Gunung Menumbing




 



Gunung Menumbing (355m) adalah gunung yang cukup tinggi di sekitar daerah Mentok (Barat Laut Bangka) berdiri sebagai memorial sejarah bangsa Indonesia. Penginapan yang dibagun di sini oleh Belanda tahun 1932 dahulu digunakan sebagai rumah mantan Presiden Indonesia Soekarno dan Wakil Presiden Hatta selama ditahan dari bulan Februari sampai Juli 1949.

Kamis, 09 Oktober 2014

Infrastruktur

Infrastruktur penunjang kegiatan perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang secara umum cukup memadai antara lain telah tersedianya pasar serta pusat-pusat perbelanjaan. Pasar terbagi atas atas pasar besar dan pasar kecil (tradisional).

Pos dan telekomunikasi memegang peran penting dalam mendorong percepatan arus informasi. Pelayanan jasa pos dan telekomunikasi di provinsi kepulauan bangka belitung meliputi pengiriman surat, kargo, telepon, dan facsimile. Ada 3 profider seluler di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu telkomsel, excelcomindo, indosat.

Sistem kelistrikan di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdiri dari dua sistem yaitu sistem yang dimiliki oleh PT. PLN (persero) dan sistem yang dimiliki oleh pihak swasta yaitu PT. Timah, Tbk dan PT. Koba Tin. Sistem kelistrikan PT. PLN (persero) di wilayah usaha Bangka Belitung: sistem Bangka memiliki 6 pusat PLTD milik sendiri dan beberapa pembangkit dengan sistem sewa, dan sistem Belitung memiliki 2 pusat PLTD.

Transportasi darat merupakan salah satu peran penting dalam memperlancar kegiatan perekonomian. Dari 3.193,36 km panjang jalan di Kepulauan Bangka Belitung, 16,62%merupakan jalan negara, 16,26% jalan provinsi dan 67,12% jalan kabupaten.

Perhubungan laut merupakan transportasi yang strategis bagi Kepulauan Bangka Belitung sebagai provinsi kepulauan untuk berinteraksi dengan provinsi lain. Di Kepulauan Bangka Belitung terdapat 8 pelabuhan yang terdiri dari 3 pelabuhan khusus barang dan 5 pelabuhan penumpang sekaligus barang.enam dari delapan pelabuhan tersebut berada di Pulau Bangka dan dua lainnya di Pulau Belitung. Transportasi air yang bergerak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung antara lain perusahaan PELNI dan perusahaan swasta. Jalur pelayaran dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah : tujuan Jakarta, Palembang, Tanjung Pinang, Surabaya, dan Pontianak.


Transportasi udara merupakan sarana transportasi merupakan sarana alternatif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selain transportasi darat dan air. Di Kepulauan Bangka Belitung ada 2 pelabuhan udara yaitu Bandar Udara Depati Amir di Pulau Bangka dan HAS. Hanandjoeddin di Pulau Belitung. Maskapai penerbangan yang beroperasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung antara lain Sriwijaya Air, Lion Air, Adam Air Kartika Air dan Riau Air Lines.

sumber : http://portal.babelprov.go.id/content/infrastruktur

Ekonomi



Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi perekonomian di suatu wilayah dalam suatu periode tertentu, biasanya satu tahun. Pada tahun 2011, PDRB atas dasar harga berlaku di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan migas mengalami peningkatan dari 26.565.032 juta rupiah pada tahun 2010 menjadi 30.254.777 juta rupiah pada tahun 2011. Sedangkan PDRB tanpa migas juga mengalami peningkatan dari 25.959.503 juta rupiah di tahun 2010 menjadi 29.620.050 juta rupiah di tahun 2011.

STRUKTUR EKONOMI
Perekonomian di Provinsi Kepulau Bangka Belitung tahun 2011 kontribusi terbesarnya berasal dari sektor tersier dengan kontribusi sebesar (35,85%). Sektor tersier terdiri dari sektor perdagangan,hotel dan resto (19,18%), sektor pengangkutan dan komunikasi (3,27%), sektor keuangan real estate dan jasa perusahaan (2,61%),  dan sektor jasa jasa (10,79%). Penopang kedua adalah sektor primer dengan kontribusi 35,14 persen yang meliputi sektor pertanian (18,41%) dan sektor pertambangan dan penggalian (16,73%). Sedangkan kontribusi terkecil adalah sektor sekunder sebesar (29,01%)yang terdiri dari sektor industri pengolahan (20,56%), sektor listrik,gas dan air bersih (0,67%) dan sektor konstruksi ( 7 ,78%).


PERTUMBUHAN EKONOMI
Perkembangan PDRB atas dasar harga konstan merupakan salah satu indikator penting untuk melihat seberapa besar pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengevaluasi hasil-hasil dari pembangunan. Laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2011 mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2010. Berdasarkan penghitungan PDRB atas dasar harga konstan 2000, laju pertumbuhan ekonomi tahun 2011 dengan migas adalah 6,40% dan pertumbuhan ekonomi tanpa migas adalah 6,47%.


Dilihat dari sisi pengeluaran, PDRB atas dasar harga berlaku terbesar digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga sebesar 51,56%.


PDRB per kapita merupakan salah satu ukuran indikator kesejahteraan penduduk dan sering digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk di suatu wilayah. Pada tahun 2011, PDRB perkapita penduduk berdasarkan harga berlaku di wilayah ini dengan migas sebesar Rp. 23.978.672 sedangkan tanpa migas sebesar Rp. 23.475.613. Jika dibandingkan tahun 2010, pendapatan perkapita di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami peningkatan.

sumber : http://portal.babelprov.go.id/content/ekonomi

Sosial Budaya



Penduduk Pulau Bangka Belitung yang semula dihuni orang dari suku laut, dalam perjalanan sejarah yang panjang membentuk proses akulturasi dan kulturisasi .Orang-orang dari suku laut itu sendiri berasal dari berbagai pulau. Orang dari laut dari Belitung berlayar dan menghuni pantai-pantai di Malaka. Sementara mereka yang sudah berasimilasi menyebar ke seluruh Tanah Semenanjung dan pulau-pulau di Riau. Kemudian kembali dan menempati lagi Pulau Bangka dan Belitung. Sedangkan mereka yang tinggal di Riau Kepulauan berlayar ke Bangka. Datang juga kelompok-kelompok Orang dari Laut dari Pulau Sulawesi dan Kalimantan. Pada gelombang berikutnya, ketika mulai dikenal adanya Suku Bugis, mereka datang dan menetap di Bangka, Belitung dan Riau. Lalu datang pula orang dari Johor, Siantan yang Melayu, campuran Melayu-Cina, dan juga asli Cina, berbaur dalam proses akulturasi dan kulturisasi. Kemudian datang pula orang-orang Minangkabau, Banjar,jawa, Kepulauan ,Aceh,Bawean, dan beberapa suku lain yang sudah lebih dulu melebur. Lalu jadilah suatu generasi baru: Orang Melayu Bangka Belitung.


Bahasa Melayu adalaha bahasa yang paling dominan di kepulauan Bangka Belitung yang juga disebut sebagai bahasa daerah, namun seiring dengan keanekaragaman suku bangsa, bahasa lain yang digunakan antara lain bahasa Jawa  serta bahasa Mandarin.

sumber:  http://portal.babelprov.go.id/content/sosial-budaya

Kependudukan



Jumlah penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2011 berdasarkan hasil estimasi dari Sensus Penduduk 2010 sebesar  1.261.737  jiwa , bertambah 3,14 persen dibandingkan tahun 2010 yang sebesar 1.223.296 jiwa. Penduduk berjenis kelamin laki-laki lebih banyak dibandingkan penduduk perempuan. Jumlah penduduk laki-laki pada tahun 2011 sebanyak 655.051 jiwa sedangkan penduduk perempuan sebanyak 606.686.  Tingkat kepadatan penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2000-2010 sebesar 3,14 persen, jika ditinjau menurut kota/kabupaten untuk periode tahun 2000-2010, tingkat pertumbuhan tertinggi terdapat di Kabupaten Bangka Tengah sebesar 3,81 persen, dan terendah di Kabupaten Belitung Timur 2,76 persen. Tingkat kepadatan penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus meningkat sepanjang tahun, tahun 2011 mencapai  77 orang per km2, apabila dilihat menurut kabupaten/kota, Kota Pangkalpinang memiliki tingkat kepadatan tertinggi yaitu sebesar 1.517 orang per km2 dan Kabupaten Belitung Timur memiliki tingkat kepadatan terendah yaitu 44 orang per km2.

Jumlah Penduduk Kepulauan Bangka Belitung

KAB/KOTA
PENDUDUK
JUMLAH
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
Bangka
Belitung
Bangka Barat
Bangka Tengah
Bangka Selatan
Belitung Timur
Pangkalpinang
148.899
83.248
94.132
87.077
92.322
57.061
92.313
137.016
77.618
86.522
79.217
85.627
52.748
87.937
285.915
160.866
180.654
166.294
177.949
109.809
180.250
Jumlah
655.051
606.686
1.261.737

sumber: http://portal.babelprov.go.id/content/kependudukan

Arti Dari Lambang Daerah


Perisai Bersudut Lima, melambangkan Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kepulauan Bangka Belitung melambangkan sistem pemerintah, wilayah, masyarakat,  sumberdaya alam dan kebudayaan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Lingkaran Bulat Simetrikal, melambangkan kesatuan dan persatuan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam menghadapi segala tantangan di tengah-tengah peradaban dunia yang semakin terbuka.

Buah Lada, berjumlah 31 buah melambangkan Kepulauan Bangka Belitung merupakan Propinsi ke 31 dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Butir Padi berjumlah 27 buah melambangkan nomor dari Undang-undang pembentukan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, yaitu UU No.27 Tahun 2000. Padi dan buah lada juga melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran.

Balok Timah, melambangkan kekayaan alam (hasil bumi pokok) berupa timah yang dalam sejarah secara social ekonomis telah menopang kehidupan masyarakat Propinsi Kepulauan Bangka Belitung selama lebih dari 300 tahun. (diketemukan dan dikelola dari tahun 1710 Mary Schommers dalam Bangka Tin).

Biru Tua dan Biru Muda (Dalam Perisai dan Lingkaran Hitam), melambangkan bahari dunia kelautan dari yang dangkal sampai yang terdalam. Menyiratkan lautan dengan segala kekayaan alam yang ada di atasnya, di dalam dan di dasar lautan yang dapat dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.

Putih (Tulisan), melambangkan keteguhan dan perdamaian.
Hijau (Pulau dan Lada), melambangkan kesuburan.
Kuning ( Padi dan Semboyan), melambangkan ketentraman dan kekuatan.
Hitam (Outline Lingkaran), melambangkan ketegasan.

Serumpun Sebalai, menunjukan bahwa kekayaan alam dan plularisme masyarakat Propinsi Kepulauan Bangka Belitung tetap merupakan kelurga besar komunitas (serumpun) yang memiliki perjuangan yang sama untuk menciptakan kesejahteraan , kemakmuran, keadilan dan perdamaian.

Untuk mewujudkan perjuangan tersebut, dengan budaya masyarakat melayu berkumpul, bermusyawarah, mufakat, berkerjasama dan bersyukur bersama-sama dalam semangat kekeluargaan (serumpun sebalai) merupakan wahana yang paling kuat untuk dilestarikan dan dikembangkan. Nilai- nilai universal budaya ini juga dimiliki oleh beragam etnis yang hidup di Bumi Propinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dengan demikian, Serumpun Sebalai mencerminkan sebuah eksistensi masyarakat Propinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan kesadaran dan cita­-citanya untuk tetap menjadi keluarga besar dalam perjuangan dan proses kehidupannya senantiasa mengutamakan dialog secara kekeluargaan, musyawarah dan mufakat serta berkerja sama dan senantiasa mensyukuri nikmat Tuhan untuk mencapai masyarakat adil dan makmur.


Serumpun Sebalai, merupakan semboyan penegakan demokrasi melalui musyawarah dan mufakat.

sumber : http://portal.babelprov.go.id/content/lambang-daerah-dan-artinya

Rabu, 08 Oktober 2014

Sekilas tentang Bangka Belitung



Pulau Bangka Belitung adalah sebuah provinsi yang namanya diambil dari dua  kepulauan yaitu Bangka dan Belitung yang telah lama dikenal sebagai penghasil timah terbesar di Indonesia dan memiliki pesona alam pantai yang mengagumkan. Selain dua pulau besar juga ada pulau-pulau kecil seperti Pulau Lepar, Pulau Pongok, Pulau Mendanau dan Pulau Selat Nasik, total pulau yang telah bernama berjumlah 470 pulau dan yang berpenghuni hanya 50 pulau.
Kepulauan Bangka Belitung memiliki Iklim tropis yang dipengaruhi angin musim yang mengalami bulan basah sekitar tujuh bulan sepanjang tahun dan bulan kering selama lima bulan terus-menerus.
Pulau Bangka terletak di sebelah pesisir timur Sumatera bagian Selatan yaitu 1°20’-3°7 Lintang Selatan dan 105° - 107° Bujur Timur memanjang dari Barat Laut ke Tenggara sepanjang  kurang lebih 180 km. Pulau ini terdiri dari rawa-rawa, daratan rendah, bukit-bukit dan puncak bukit terdapat hutan lebat, sedangkan di sekitar daerah rawa terdapat hutan bakau. Rawa daratan pulau Bangka tidak begitu berbeda dengan rawa di pulau Sumatera, sedangkan keistimewaan pantainya dibandingkan dengan daerah lain adalah pantainya yang landai berpasir putih dengan dihiasi hamparan batu granit. Bangka Belitung menawarkan Anda wisata bahari seperti menyelam, snorkeling, memancing dan berlayar.

Sejarah

Kata Bangka berasal dari vangka yang berarti Timah, karena wilayah ini memang kaya barang tambang timah. Setelah timah ditemukan di sini abad ke-17, membuat Bangka mendapatkan kekayaan dan terkenal sebagai penghasil Timah terbesar di Indonesia.  Sekarang meski masih ditambang namun tidak sebanyak seperti dahulu.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebelumnya adalah bagian dari Sumatera Selatan kemudian menjadi provinsi tersendiri bersamaan dengan  provinsi Banten dan Gorontalo pada tahun 2000. Ibukota provinsi ini adalah Pangkalpinang.

Transportasi

Tersedia penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta atau Anda dapat mengunjungi Bangka Belitung dengan kapal laut dari Palembang.
Masyarakat dan Budaya
Sekitar 20% penduduk Bangka Belitung adalah keturunan Cina. Mayoritas warga keturunan Cina di sini merupakan keturunan langsung dari buruh yang bekerja di tambang timah. Kelenteng tertua yang berada di Batu Rusa, sebuah desa di sepanjang jalan dari Pangkal Pinang ke Sungai Liat. Kelenteng yang didekorasi indah dapat ditemukan dekat Tayu di sebelah Utara Pulau Bangka. Ada sekitar 55 kelenteng Cina-Budha di Bangka sendiri yang sampai saat ini masih digunakan sebagai tempat ibadah.

Kuliner

Selama Anda berada di sini cobalah wisata kuliner dengan mencicipi makanan gebung, sebutan lokal khas untuk ikan ayam yang dagingnya yang lembut dan lezat. Karena jaraknya yang dekat dengan laut, seafood menjadi makanan favorit di sini. Pengaruh budaya Cina juga dapat kita lihat dari makanan yang sebagian besar menggunakan bumbu-bumbu khas Cina.

sumber : http://www.indonesia.travel/id/discover-indonesia/region-detail/26/bangka-belitung